BPLIP Kelas I Jayapura Perkuat Sinergi Pelaksanaan Swakelola Bersama PUPR Sorong dan Sorong Selatan

Sorong, 3 Juni 2026 – Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Jayapura menghadiri kegiatan koordinasi dan pembahasan pelaksanaan swakelola bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sorong serta Kabupaten Sorong Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini: Danren 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi; Kepala BBRMP Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.Si.; Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Barat Daya, Viktor F. Solossa, S.Pd., S.T., M.T.; Ketua Tim Kerja Pengelolaan Lahan BPLIP Kelas I Jayapura, Muhammad Nur, S.ST., M.P.; Dandim Kabupaten Sorong; Danramil Distrik Segun; serta Konsultan Pengawas dari IPB dan Unipa.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program swakelola yang efektif, transparan, dan akuntabel. Berbagai aspek teknis dan administrasi turut dibahas guna memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai ketentuan serta mendukung tercapainya target pembangunan yang telah ditetapkan.

Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan pelaksanaan program pembangunan—khususnya yang mendukung pengembangan infrastruktur dan sektor pertanian—dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dihubungi melalui telepon seluler, perwakilan sekaligus pelaksana cetak sawah dari PT Mekar Papua Nusantara, Hardiansyah, menyampaikan, “Saya berharap kegiatan hari ini menjadi contoh yang baik untuk langkah ke depan dalam memperkuat sinergitas, sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Swasembada beras tentunya akan tercapai dengan pembukaan atau pencetakan lahan-lahan sawah baru,” ujarnya.

BPLIP Kelas I Jayapura terus berkomitmen mendukung pembangunan pertanian dan infrastruktur melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.(RED)

Pos terkait