Perkumpulan Minahasa Raya (PMR) adalah organisasi kemasyarakatan dan kedaerahan yang bertujuan menyatukan, mewadahi, serta memberdayakan seluruh masyarakat Minahasa — baik yang bermukim di Sulawesi Utara maupun yang tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Organisasi ini didirikan untuk menjaga identitas budaya, melestarikan warisan leluhur, serta memperjuangkan kesejahteraan dan kemajuan bersama seluruh warga keturunan Minahasa.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon seluler, Pengawas Perkumpulan Minahasa Raya Stanley Inkiriwang, menegaskan kedudukan organisasi ini. Menurutnya, PMR merupakan wadah persekutuan yang berada di tingkatan tertinggi dalam jajaran perkumpulan masyarakat Minahasa dan Kawanua. Ia juga mengungkapkan bahwa proses pendirian organisasi ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti; satu-satunya tantangan yang dihadapi hanyalah urusan birokrasi serta waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian administrasi.
Lebih lanjut, Stanley menyampaikan harapan dan seruan tegasnya kepada seluruh masyarakat. “Saya berharap dengan berdirinya Perkumpulan Minahasa Raya, organisasi ini dapat menjadi wadah yang mempersatukan seluruh kekuatan masyarakat Minahasa untuk bersama-sama mendukung penuh pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka. Kepada saudara-saudari kita yang belum bergabung, saya mengajak dan menghimbau agar segera menjadi bagian dari keluarga besar PMR. Mari bergerak bersama, bersatu hati, demi kemajuan kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Ketua Dewan Penasehat Perkumpulan Minahasa Raya, Brigjen Pol (Purn) Drs. Johan Sumampouw menyampaikan visi besar dan harapannya terhadap masa depan organisasi. “Ke depannya, kami berharap Perkumpulan Minahasa Raya sebagai organisasi kemasyarakatan dapat berperan nyata dan berusaha sekuat tenaga agar seluruh orang Minahasa bisa hidup lebih sejahtera, semakin maju, dan selalu berada di garis terdepan dalam berbagai bidang pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejarah telah mencatat nama besar Minahasa dan masyarakatnya yang dikenal luas, serta telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang memberikan kontribusi luar biasa bagi Indonesia. “Kami ingin menggelorakan kembali semangat dan jejak sejarah kebesaran para tokoh pendahulu yang berasal dari Minahasa. Saya berharap seluruh masyarakat keturunan Minahasa dapat memaksimalkan setiap potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Secara khusus, saya juga berharap generasi muda penerus kita dapat tumbuh menjadi insan yang lebih baik lagi, serta mampu memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara tercinta,” tutup Johan Sumampouw seraya menutup pembicaraan.






