TFT Al-Qur’an Metode BTHQ Cetak Guru Untuk Kurangi Buta Aksara

banner 468x60

Jakarta, 9/10/2026 — Dalam upaya menurunkan angka buta aksara Al-Qur’an di Indonesia melalui gerakan DALA, Lembaga Wakaf MUI dan Dana Abadi Literasi Al-Quran (DALA) sukses gelar acara perdana Trainer for Trainer (TFT) Al-Qur’an Metode BTHQ. Acara dihadiri oleh peserta dari 5 Kabupaten/Kota Se – DKI Jakarta. Acara yang bertajuk “Training for Trainer Al-Qur’an Metode BTHQ” ini berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026 Di ruang rapat lantai 4, MUI Pusat, Jl. Proklamasi No. 51, Pegangsaan Menteng, Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pentingnya Gerakan Dana Abadi Literasi Al-Qur’an (DALA) pada penyelenggaraan Program Perdana TFT Al-Qur’an Metode BTHQ Angkatan 1 yang diselenggarakan oleh Lembaga Wakaf MUI.

Buya DR. Amirsyah Tambunan Sekjen MUI menegaskan, angka buta aksara Al-Qur’an yang masih mencapai 72,25  persen dinilai sangat tinggi. Oleh karena itu, melalui Gerakan DALA dan program TFT ini, ditetapkan target penurunan secara terukur 5 tahun ke depan turun 5 persen, 10 tahun ke depan: turun 10 persen hingga mencapai target dalam sepuluh tahun, angka buta aksara Al-Qur’an diharapkan dapat turun hingga 50 persen.

“tujuannya agar gerakan ini terukur, dan kita tahu ke mana melangkah dan seberapa jauh jarak yang harus ditempuh.” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, kekuatan utama gerakan ini terletak pada kolaborasi. Sekuat apa pun program yang dirancang, tidak akan berjalan maksimal jika dilakukan sendiri.

“umat kita sangat banyak diperkirakan sekitar 170 juta masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an, ini harus diselesaikan secara bersama-sama dan berkelanjutan.” tambahnya.

Hal senada disampaikan Dr. H. Rahmat Hidayat Wakil Sekjen Bidang Filantropi, menyampaikan bahsa Lembaga Wakaf MUI sebagai lembaga filantropi berbasis syariah siap menjadi tulang punggung pendanaan program ini. Dana yang bersumber dari wakaf dan kebajikan umat dikelola secara syariah dan dipergunakan kembali untuk kebaikan, termasuk mendukung penuh program literasi Al-Qur’an.

“ketika dana itu dari sumber yang baik, maka Insya Allah dipergunakan untuk hal yang baik pula, setiap kebaikan, Allah senantiasa mudahkan.” ucapnya.

Para peserta TFT yang berjumlah sekitar 50 orang ini diharapkan tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga ikut menggaungkan dan menyebarluaskan program Lembaga Wakaf MUI, termasuk memviralkan ajakan berwakaf dan beramal jariyah. Semakin banyak dana wakaf yang terkumpul, semakin luas jangkauan program literasi Al-Qur’an.

Dijelaskan Ir. Hj. Ambar Pramita Direktur Dana Abadi Literasi Al-Quran yang juga sekligus Wakil Bendahara Lembaga Wakaf MUI mejyampaikan bahwa Gerakan DALA merupakan penerima manfaat dari para wakif yang menyalurkan dana wakafnya melalui Lembaga Wakaf MUI.

“harapan utama para wakif adalah keberkahan dan keberlanjutan manfaat, melalui Dana Abadi Literasi Al-Qur’an, dana wakaf tersebut disalurkan salahsatunya melalui program pembelajaran metode BTHQ Baca, Tulis, Hafal Al-Qur’an” ucapnya.

Acara TFT diikuti peserta dengan semangat terutama saat tim DALA mengisi sesi acara praktik dan microteacing pembelajaran metode BTHQ.

Ketua Panitia Pelaksana Dr. Chairul Hakim, MM, M.AIS juga turut menyampaikan bahwa acara TFT Al-Qur’an akan diadakan kembali

“Insya Allah, ini adalah kegiatan perdana setelah selesai hari ini proses selanjutnya adalah pendampingan dan tindak lanjut kepada seluruh peserta, target besar yang diemban kedepan menghadirkan minimal 500 guru ngaji baru dari angkatan pertama ini mengingat 72,25 persen masyarakat Indonesia masih berada dalam kondisi kritis buta aksara Al-Qur’an, penciptaan guru-guru Al-Qur’an menjadi solusi praktis yang sangat dibutuhkan” ucapnya.

“Ini bukanlah kegiatan terakhir, melainkan pintu gerbang dan langkah awal bagi kita semua semoga Allah meridhoi langkah kita.” tambahnya seraya menutup pembicaraan. (EZ)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60