AWITV.co.id, -Jakarta- Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar adalah turnamen catur internal antarwarga yang diikuti sekitar 150 peserta.
Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Putra Kemerdekaan RI Kalibata City sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan RI. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk mempererat silaturahmi dan membangun keakraban antarwarga.
Ketua Kalibata City Chess Club Indonesia, Alfon, mengatakan turnamen catur merupakan salah satu dari 13 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di Kalibata City.
“Untuk menyambut 17 Agustus, kami menggelar 13 cabang olahraga, termasuk catur. Turnamen ini merupakan kegiatan internal antarwarga untuk menjalin keakraban sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI,” ujar Alfon.
Peserta turnamen dibagi dalam dua kategori, yakni junior dan senior. Dari sekitar 150 peserta, sekitar 60 peserta berasal dari kategori junior, sedangkan sisanya mengikuti kategori senior.
Menariknya, seluruh peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Turnamen tersebut dibuka secara gratis bagi warga, pemilik unit, dan penghuni Apartemen Kalibata City sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Menuju Pengelolaan Turnamen yang Lebih Profesional
Di balik kemeriahan turnamen, Kalibata City Chess Club Indonesia mulai mendorong pembinaan dan pengelolaan olahraga catur secara lebih serius.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, klub menggandeng Speed Management Chess Organizer dalam pengelolaan pertandingan, termasuk penerapan sistem pairing serta tata kelola kompetisi yang mengacu pada regulasi olahraga catur.
“Kali ini kami ingin pengelolaan pertandingan dilakukan lebih profesional. Harapannya, Kalibata City Chess Club Indonesia bisa menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan dan pengelolaan klub maupun turnamen catur di jaringan apartemen Agung Podomoro,” kata Alfon.
Menurut dia, pengembangan catur tersebut tidak harus berhenti di Kalibata City. Ke depan, konsep turnamen internal diharapkan dapat dikembangkan di sejumlah apartemen yang berada dalam jaringan Agung Podomoro, baik di wilayah Jabodetabek maupun Bandung.
“Jaringan apartemen Agung Podomoro cukup luas, tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Kami berharap ke depan bisa mengembangkan turnamen catur internal di jaringan tersebut,” ujarnya.
Enam Tahun Konsisten Digelar
Turnamen catur juga menjadi bagian dari upaya pengurus untuk membuat olahraga tersebut semakin mudah diakses warga.
Selama sekitar enam tahun terakhir, perayaan HUT Kemerdekaan di Kalibata City rutin diisi berbagai kegiatan olahraga, termasuk turnamen catur. Namun, penyelenggaraan tahun ini disebut menjadi salah satu yang paling ramai.
“Selama enam tahun terakhir kami selalu mengadakan agenda perayaan kemerdekaan. Salah satunya turnamen catur. Tahun ini pesertanya paling banyak dan pelaksanaannya juga lebih meriah,” kata Alfon.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi peserta terbaik. Penghargaan untuk 10 peringkat teratas akan diserahkan pada malam puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Menyiapkan Bibit Master Catur
Tidak hanya berhenti pada turnamen, Kalibata City Chess Club Indonesia juga mulai membangun program pembinaan jangka panjang melalui sekolah catur di lingkungan apartemen.
Program tersebut diarahkan untuk menjaring sekaligus membina pemain sejak usia junior. Saat ini, sekitar 20 peserta junior telah mengikuti program latihan yang disusun secara berkala.
Pelatihan melibatkan pelatih catur dan guru yang memiliki sertifikasi, termasuk pelatih dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).
Para peserta mengikuti program latihan dengan total sekitar 24 jam. Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua jam.
“Kami sedang menjajaki sekaligus menjalankan sekolah catur di Apartemen Kalibata City. Saat ini sudah ada sekitar 20 peserta junior yang mengikuti program latihan,” ujar Alfon.
Program pembinaan tersebut diharapkan tidak sekadar melahirkan pemain yang mampu berkompetisi di lingkungan apartemen, tetapi juga membuka jalan bagi para pemain muda untuk tampil di tingkat daerah hingga nasional.
“Kami berharap dari pembinaan ini bisa lahir master-master cilik yang nantinya mampu berkompetisi di percaturan DKI Jakarta maupun nasional,” katanya.
Dengan jumlah penghuni yang besar dan basis komunitas yang terus berkembang, Kalibata City Chess Club Indonesia melihat catur bukan sekadar olahraga rekreasi, melainkan juga sebagai bagian dari pembinaan prestasi.
Turnamen catur dalam rangka HUT ke-81 RI tahun ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun ekosistem catur yang lebih terorganisasi, kompetitif, dan berkelanjutan di lingkungan apartemen.
Dari papan catur di lingkungan hunian, Kalibata City Chess Club Indonesia berharap lahir bibit-bibit baru yang kelak mampu membawa nama komunitas hingga ke panggung percaturan Jakarta dan nasional.






