AWITv.co.id -Jakarta- Pelantikan Tim Komite Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto menimbulkan harapan besar sekaligus menjadi tantangan baru dalam upaya pembenahan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama, menilai langkah Presiden Prabowo membentuk komite tersebut merupakan keputusan tepat. Menurutnya, komite ini berpotensi membawa perubahan signifikan karena diisi oleh figur-figur berpengalaman, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap reformasi sektor hukum dan keamanan nasional.
“Kalau melihat komposisi timnya, saya optimistis akan ada perbaikan di tubuh Polri ke depan,” ujar Sandri Rumanama.
Sandri menegaskan bahwa reformasi Polri tak hanya perlu menyentuh aspek struktural, tetapi juga aspek kultural yang selama ini menjadi tantangan utama di internal kepolisian.
“Secara objektif, pembenahan harus dimulai dari sisi kultural. Kita harus jujur, masih banyak yang perlu dibenahi. Namun di sisi lain, prestasi dan kinerja Polri yang sudah baik juga perlu dijaga dan ditingkatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembenahan dari sisi budaya kerja penting agar seluruh jajaran kepolisian dari tingkat atas hingga bawah memiliki sistem dan etos kerja yang lebih elegan, profesional, dan humanis.
“Polri adalah institusi penegak hukum, pengayom masyarakat, sekaligus penjaga ketertiban publik. Karena itu, penguatan sistem dan budaya kerja menjadi fondasi utama yang perlu diperkuat oleh Komite Reformasi,” tegas Sandri.
10 Figur dalam Komite Reformasi Polri
Pelantikan Komite Percepatan Reformasi Polri digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/11/2025). Penetapan keanggotaan komite ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 122 P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Komite tersebut terdiri atas 10 tokoh nasional lintas bidang, dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dipercaya sebagai ketua.
Berikut susunan lengkapnya:
- Jimly Asshiddiqie – Mantan Ketua MK (Ketua)
- Ahmad Dofiri – Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Polri
- Mahfud MD – Mantan Menko Polhukam
- Yusril Ihza Mahendra – Menko Kumham Imipas
- Supratman Andi Agtas – Menteri Hukum
- Otto Hasibuan – Wamenko Kumham Imipas
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo – Kapolri
- Tito Karnavian – Mantan Kapolri, kini Mendagri
- Idham Aziz – Mantan Kapolri
- Badrodin Haiti – Mantan Kapolri.
Sandri berharap kolaborasi para tokoh senior lintas bidang ini mampu mempercepat reformasi menyeluruh di tubuh Polri dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.











