Agita Nurfianti Tanamkan Nilai Empat Pilar MPR RI kepada Siswa SMPN 14 Kota Bandung

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Agita Nurfianti, S.Psi, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama murid-murid SMPN 14 Kota Bandung pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kuliah umum ini diikuti oleh siswa-siswi dan para guru sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter kebangsaan di lingkungan sekolah.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Agita Nurfianti, S.Psi, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama murid-murid SMPN 14 Kota Bandung pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kuliah umum ini diikuti oleh siswa-siswi dan para guru sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter kebangsaan di lingkungan sekolah.
banner 468x60

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Agita Nurfianti, S.Psi, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama murid-murid SMPN 14 Kota Bandung pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kuliah umum ini diikuti oleh siswa-siswi dan para guru sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter kebangsaan di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Agita Nurfianti menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)—merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dipahami sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa keempat pilar tersebut bukan sekadar teori, melainkan pedoman hidup yang perlu diamalkan dalam keseharian, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Agita menguraikan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa yang mengajarkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Ia mengajak para siswa untuk tidak hanya menghafal lima sila, tetapi juga mempraktikkannya, seperti saling menghormati antarteman, menghargai guru, serta menjaga kerukunan di lingkungan sekolah. Menurutnya, tanpa Pancasila, kehidupan bersama akan kehilangan arah dan mudah diliputi konflik.

Selanjutnya, Agita menjelaskan UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara yang menjamin hak-hak warga negara, termasuk hak atas pendidikan. Ia mengingatkan bahwa hak tersebut harus diimbangi dengan kewajiban, yakni belajar dengan sungguh-sungguh, berperilaku baik, dan turut menjaga persatuan bangsa. Sementara itu, Bhinneka Tunggal Ika dipaparkan sebagai prinsip persatuan dalam keberagaman yang mengajarkan pentingnya saling menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa sebagai kekayaan bangsa.

Pada pilar NKRI, Agita menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang utuh dari Sabang sampai Merauke. Ia mengaitkan peran generasi muda dengan cita-cita menuju Indonesia Emas, di mana para pelajar saat ini akan menjadi penentu arah masa depan bangsa. Para siswa didorong untuk berprestasi, baik secara akademik maupun non-akademik, serta aktif melestarikan budaya sebagai bentuk kontribusi nyata bagi negara.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan dialog bersama siswa. Beberapa murid menyampaikan pandangan mereka mengenai pentingnya Pancasila dan cara menjaga keutuhan NKRI, yang diapresiasi sebagai bentuk pemahaman awal terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Menutup kegiatan, Agita Nurfianti mengajak seluruh siswa SMPN 14 Kota Bandung untuk menjadikan Empat Pilar MPR RI sebagai pedoman hidup dan bekal membangun masa depan. Ia berharap melalui sosialisasi ini tumbuh generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, menghargai keberagaman, dan siap berperan aktif dalam membangun Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60