Koordinator Nasional Konfederasi LSM Indonesia Bang Arifin Sambangi Ketua ICACI, Soroti Kantong Kelas Menengah dan Tagih Solusi Nyata

banner 468x60

AWITV.co.id,-Jakarta- Koordinator Nasional Konfederasi LSM Indonesia, Teuku Zainul Arifin, yang akrab disapa Bang Arifin, bersama sejumlah anggota melakukan kunjungan silaturahmi ke sekretariat Juharto Harianja, S.H., Ketua LSM ICACI (Independent Commission Against Corruption Indonesia), di kawasan Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Senin (5/10/2026).

Kantor Hukum Adv. Juharto Harianja, S.H & Partners Di Kawasan Koja, Jakarta Utara.
Kantor Hukum Adv. Juharto Harianja, S.H & Partners Di Kawasan Koja, Jakarta Utara.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai persoalan masyarakat dan arah kepemimpinan publik. Di sela-sela silaturahmi, pembicaraan menyoroti kondisi kelas menengah yang dinilai semakin tertekan secara ekonomi, sekaligus pentingnya mengukur perubahan di lingkungan pemerintahan melalui manfaat yang dirasakan rakyat.

Keprihatinan terhadap kantong kelas menengah yang semakin menipis menjadi salah satu pokok pembahasan. Persoalan ini menyentuh kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari, mempertahankan daya beli, dan menjaga ketahanan keuangan rumah tangga. Dalam pembicaraan tersebut, keadaan masyarakat menjadi titik tolak untuk menilai sejauh mana kebijakan mampu menjawab kebutuhan publik.
Keresahan itu membawa pembahasan pada pertanyaan mendasar tentang arti perubahan bagi rakyat. Perubahan perlu dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari: ketika kebutuhan semakin terjangkau, kesempatan memperoleh penghasilan terbuka, dan keluarga memiliki ruang untuk merencanakan masa depan dengan lebih tenang.

Bang Arifin bersama rekan-rekan yang hadir dan Juharto Harianja kemudian sampai pada kesepahaman bahwa masyarakat harus tetap jernih dalam menyikapi perubahan posisi pejabat. Pergantian figur ataupun pergeseran jabatan perlu diikuti dengan hasil kerja yang dapat dinilai, bukan serta-merta diperlakukan sebagai bukti bahwa persoalan rakyat telah terjawab.
Pesan yang mengemuka dalam pertemuan itu tegas: masyarakat tidak boleh tertipu oleh perubahan posisi pejabat. Perhatian publik perlu tertuju pada kebijakan yang dijalankan, persoalan yang diselesaikan, dan manfaat yang sampai kepada masyarakat. Dengan ukuran tersebut, harapan terhadap kepemimpinan dapat dipertemukan dengan kenyataan yang dialami rakyat.

Dalam kerangka pembahasan itu, kemampuan menyampaikan janji dan merangkai penjelasan harus disertai kesanggupan bekerja. Pernyataan mengenai keberpihakan kepada rakyat memperoleh maknanya ketika diterjemahkan menjadi keputusan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, tuntutan atas solusi konkret menjadi benang merah pertemuan. Bagi kelas menengah yang merasa ruang keuangannya semakin sempit, perbaikan perlu hadir dalam bentuk yang dapat dirasakan. Ukuran keberhasilan kebijakan selayaknya dekat dengan kehidupan warga, termasuk kemampuan memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga keberlangsungan penghidupan.
Silaturahmi tersebut juga memperlihatkan perhatian bersama terhadap pentingnya sikap kritis masyarakat sipil. Melalui pertemuan dan pertukaran pandangan, keresahan yang dirasakan masyarakat dapat dirumuskan menjadi pertanyaan yang lebih jelas kepada pemegang kewenangan: perubahan apa yang dihasilkan, siapa yang merasakan manfaatnya, dan sejauh mana hasilnya dapat diperiksa.

Sikap mengamati dengan sadar menjadi bagian penting dari pesan pertemuan. Masyarakat diajak menjaga daya kritis, mencermati kesesuaian antara ucapan dan tindakan, serta memberi penilaian berdasarkan hasil kerja. Dengan cara itu, pengawasan publik memiliki pijakan yang dapat diuji dan tetap terarah pada kepentingan rakyat.

Pada akhirnya, pertemuan Bang Arifin dan rombongan dengan Ketua LSM ICACI tersebut mengerucut pada satu penegasan: sebuah bangsa tidak diselamatkan oleh kemahiran bersilat lidah, melainkan oleh solusi konkret yang hari ini ditagih bersama. Pergantian posisi pejabat harus membawa jawaban atas persoalan yang masih membebani kehidupan masyarakat.
Ajakan penutupnya adalah agar masyarakat terus mengamati dengan sadar dan membiarkan waktu menelanjangi segalanya. Melalui perjalanan waktu, konsistensi para pemegang amanah akan terlihat dari kesesuaian antara janji, keputusan, dan hasil kerja mereka. Pada titik itulah rakyat dapat menilai apakah perubahan benar-benar menghadirkan perbaikan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60