Sabuk Emas Presiden ke-III menuju Maret 2027, FTPI gandeng Satuan Pencinta Seni dan Olahraga Elang Tiga Hambalang

banner 468x60

SENTUL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 27 September 2026 – Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) mulai mematangkan rencana penyelenggaraan Sabuk Emas Presiden ke-III dengan target pelaksanaan pada Maret 2027. Dalam tahap persiapan, FTPI akan menggandeng Satuan Pencinta Seni dan Olahraga Elang Tiga Hambalang sebagai mitra kolaborasi.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Pengurus FTPI Pusat di Saung Laguna, Pasar Bersih Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (27/9/2026).

Pertemuan dihadiri Ketua Umum FTPI Pusat Neneng A. Tuty, S.H., Sekretaris Jenderal FTPI Ganda Satria Dharma, dan Ketua Dewan Pengawas FTPI Yance Rahayaan.

Neneng mengatakan Sabuk Emas Presiden ke-III diproyeksikan tidak sekadar menjadi pertandingan perebutan sabuk, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kembali gairah tinju profesional sekaligus membuka jenjang prestasi bagi petinju Indonesia.

“Target kami Sabuk Emas Presiden ke-III dapat dilaksanakan pada Maret 2027. Masih ada berbagai tahapan yang harus dipersiapkan dan dikomunikasikan. Dalam persiapannya, kami juga akan berkolaborasi dengan Satuan Pencinta Seni dan Olahraga Elang Tiga Hambalang,” ujar Neneng.

Melanjutkan perjalanan Sabuk Emas Presiden

Sabuk Emas Presiden memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan tinju profesional Indonesia.

Penyelenggaraan pertama berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, pada 28 Oktober 2016, pada era Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Salah satu pertandingan utamanya mempertemukan mantan juara dunia Muhammad Rachman dengan Oscar Raknafa. Pertarungan berlangsung 12 ronde dan berakhir dengan kemenangan Oscar Raknafa melalui keputusan angka terbelah.

FTPI saat itu berada di bawah kepemimpinan Neneng A. Tuty. Penyelenggaraan tersebut melibatkan promotor Aming Mintarjo, sementara Yance Rahayaan dikenal sebagai pencetus Sabuk Emas Presiden.

FTPI kemudian menyebut rangkaian Sabuk Emas Presiden kembali dilaksanakan pada 2018. Salah satu pertandingan pada periode tersebut mempertemukan Ari Agustian dari Kalimantan Barat dengan Zun Rindam dari Jawa Barat, yang dimenangi Ari melalui KO.

Rencana penyelenggaraan Sabuk Emas Presiden ke-III juga pernah dipersiapkan pada periode berikutnya, tetapi menurut FTPI belum terealisasi. Karena itu, Maret 2027 kini kembali diproyeksikan sebagai momentum untuk melanjutkan rangkaian tersebut.

Pratu Tinus Logo masuk proyeksi

Bersamaan dengan pematangan konsep penyelenggaraan, FTPI mulai memproyeksikan petinju yang akan dipersiapkan menuju Sabuk Emas Presiden ke-III.

Salah satu nama yang masuk proyeksi adalah Pratu Tinus Logo dari Garuda Yaksa Boxing Camp Hambalang.

Menurut materi FTPI, Tinus sebelumnya tampil dalam pertandingan tinju profesional bertajuk “Era Prestasi Indonesia Emas” di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, pada 11 September 2026.

Dalam pertandingan kelas welter tersebut, Tinus menghadapi Ryan Evastor dari Adapta BC Jakarta dalam perebutan Sabuk Emas Kapolri 2026. Tinus keluar sebagai pemenang dan menjadi pemegang Sabuk Emas Kapolri 2026.

Prestasi itu menjadi salah satu pertimbangan FTPI untuk mempersiapkan Tinus menuju jenjang pertandingan berikutnya.

“Pratu Tinus Logo sebagai pemegang Sabuk Emas Kapolri akan kami persiapkan untuk menuju perebutan Sabuk Emas Presiden ke-III,” kata Neneng.

FTPI menilai kesinambungan pertandingan penting dalam pembinaan petinju profesional. Kesempatan bertanding secara konsisten diperlukan untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan prestasi atlet.

Kolaborasi menuju Maret 2027

Untuk mempersiapkan agenda tersebut, FTPI berencana berkolaborasi dengan Satuan Pencinta Seni dan Olahraga Elang Tiga Hambalang.

Kolaborasi diarahkan untuk memperluas keterlibatan organisasi dan masyarakat dalam pengembangan olahraga prestasi, khususnya tinju profesional.

Sejumlah aspek masih harus dimatangkan, mulai dari konsep pertandingan, penentuan petinju dan calon lawan, promotor, lokasi penyelenggaraan, perizinan, hingga koordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Neneng berharap Sabuk Emas Presiden ke-III nantinya dapat menjadi salah satu momentum untuk mendorong lahirnya kembali petinju Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam tinju profesional melalui sejumlah nama besar, antara lain Ellyas Pical, Nico Thomas, Chris John, Muhammad Rachman, hingga Daud Yordan.

“Kami ingin petinju Indonesia mempunyai target dan jenjang prestasi yang jelas. Dari pertandingan nasional, mereka harus terus berkembang sehingga suatu saat Indonesia kembali mempunyai petinju yang mampu membawa gelar dunia,” ujar Neneng.

Masih tahap persiapan, belum menjadi jadwal final

FTPI berharap rencana Sabuk Emas Presiden ke-III dapat diwujudkan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, target Maret 2027 masih merupakan rencana FTPI dan belum menjadi jadwal final. Pelaksanaannya akan bergantung pada kesiapan penyelenggara, petinju, promotor, lokasi, perizinan, serta hasil komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah maupun pihak terkait.

Dengan persiapan organisasi mulai berjalan, Pratu Tinus Logo masuk dalam proyeksi petinju, serta kolaborasi dengan Satuan Pencinta Seni dan Olahraga Elang Tiga Hambalang mulai dirancang, FTPI kini memiliki waktu menuju Maret 2027 untuk mematangkan seluruh tahapan penyelenggaraan.

Apabila seluruh proses dan persyaratan dapat dipenuhi, Sabuk Emas Presiden ke-III diharapkan menjadi momentum baru bagi regenerasi dan peningkatan prestasi tinju profesional Indonesia.

Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60