SDS TAMANSISWA GELAR PENSI DAN MARKET DAY DENGAN KE-KHASAN BUDAYA JAWA

Jakarta, 23 Mei 2026 – Suasana penuh semangat dan warna-warni budaya Jawa Tengah menghiasi halaman Perguruan Tamansiswa Jakarta pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam sebuah acara bertajuk Pentas Seni (PENSI) & Market Day, sekolah ini sukses menggelar kegiatan dengan tema utama “Pesona Nusantara Dalam Budaya Jawa Tengah: Jatayu Jaya Ing Budaya”. Acara ini menjadi bukti nyata pewarisan nilai-nilai luhur pendidikan nasional yang diwarisi dari Ki Hadjar Dewantara.

Memasuki sesi inti, acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin untuk memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian kegiatan. Sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta tanah air seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh khidmat dan semangat. Momen sarat makna kemudian menyusul dalam acara pelepasan burung. Sebagai tanda pembukaan acara Pensi dan Marketday burung-burung dilepas terbang bebas ke angkasa juga sebagai simbol mendalam dari pelepasan anak-anak didik. Simbolisme ini mengandung arti bahwa para siswa telah dididik dan dibentuk untuk siap terbang tinggi, melangkah ke jenjang berikutnya, membawa nama baik sekolah, serta bekal ilmu dan karakter yang kuat untuk mengarungi kehidupan yang luas.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran tokoh nasional sekaligus putri Proklamator Bung Hatta, Dr. Meutia Hatta Swasono, kehadirannya disambut dengab kirab budaya. Dalam wawancara eksklusif Dr. Meutia Hatta menyampaikan pesan mendalam mengenai tujuan pendidikan dan harapannya bagi generasi penerus bangsa.

“harapan saya untuk generasi muda ke depan harus lebih baik dari sekarang dan karena itu kita juga selalu harus mengisi mereka dengan berbagai acara, baik ilmu maupun aktivitas kreativitas yang sifatnya seni budaya dan juga sejarah pengetahuan, bagaimana mereka untuk bisa mencintai Indonesia,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Taman Muda Nyi Irma menekankan pentingnya menjaga kelestarian budaya dan semangat kemerdekaan berpikir sesuai ajaran Ki Hadjar Dewantara. Beragam pertunjukan seni kemudian bergantian menghiasi panggung, mulai dari Tari Wira Pertiwi, Blekdikdot, Semut, hingga tarian riang Kicir-Kicir yang ditampilkan siswa Taman Indria. Puncak kreativitas siswa terlihat dalam Parade Budaya Jawa Tengah yang menampilkan kekayaan daerah mulai dari alat musik, kuliner, peta wilayah, hingga penampilan kostum tokoh-tokoh bersejarah seperti Pangeran Diponegoro, Ibu Kartini, WR. Soepratman, hingga Dr. Wahidin Sudirohusodo. Parade ini menjadi bukti penguasaan materi sejarah dan budaya yang dikemas secara apik dan menghibur. Kemeriahan terus berlanjut dengan penampilan tari-tarian khas seperti Kelinci, Kancil, Kembang Jatuh, hingga tarian interaktif Cublak – Cublak Suweng. Tak hanya seni pertunjukan, acara ini juga mengangkat potensi seni suara dan musik melalui kolaborasi Padus, Pianika, dan permainan Gamelan yang menyajikan lagu-lagu daerah.

Sementara itu, Mami AZ selaku perwakilan orang tua siswa turut berbagi perasaan bangga dan harapannya sekaligus memberikan apresiasi serta pesan bagi masyarakat luas.

“harapan kita, anak-anak Taman Muda menjadi semakin baik dan semakin mengerti budaya. Kalau Indonesia itu ya beragam budaya, anak-anak bisa mengapresiasikan bakat mereka. Alhamdulillah dengan acara PENSI ini. Terima kasih juga buat Ibu Meutia yang sudah datang menyemangati anak-anak kita semua, semoga kedepannya lebih baik lagi. Harapan kami untuk anak-anak di luar sana yang ingin juga sekalian promosi boleh ya maksudnya yang ingin masuk ke sekolah kita, yakin deh kalau sekolah kita ini menjadikan anak-anak lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi,” pungkasnya seraya menutup pembicaraan.

Kepala Sekolah dan seluruh panitia acara menyampaikan harapan besar melalui kegiatan ini: “melalui tema ‘Jatayu Jaya Ing Budaya’, kami ingin menanamkan pada setiap anak bahwa menjadi bangsa yang besar harus berakar kuat pada budaya sendiri, momen doa, menyanyikan lagu kebangsaan, hingga pelepasan burung adalah pesan bahwa kami mempersiapkan mereka bukan hanya menjadi siswa cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, beriman, dan siap terbang tinggi mengabdi bagi bangsa”

Pensi dan Market Day ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bukti bahwa nilai pendidikan Tamansiswa tetap relevan, hidup, dan terus ditanamkan kepada generasi mendatang. (Elhan Zakaria)

 

Pos terkait