AWITv.co.id, -Jakarta- Di tengah dinamika pasar minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) global, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) berhasil mencatat laba bersih USD 14,2 juta hingga Kuartal II 2025, naik 494,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama ANJ, Suhendro, dalam Public Expose tahunan ANJ yang digelar di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Kinerja positif ini mengikuti pencapaian sepanjang 2024, ketika ANJ membukukan laba bersih USD 9,2 juta. Suhendro menegaskan, hasil tersebut menunjukkan transisi pasca akuisisi yang berjalan mulus tanpa mengganggu operasional kebun.
“Ke depan, kami akan terus bertumbuh dengan strategi yang lebih baik untuk mengoptimalkan operasional dan memanfaatkan peluang pasar,” ujar Suhendro.
Capaian tersebut tercermin dari kinerja produksi ANJ hingga akhir Kuartal II 2025, di mana Tandan Buah Segar (TBS) perusahaan mencapai 399.808 ton, meningkat 7,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 370.650 ton.
Peningkatan ini didorong oleh profil tanaman yang didominasi oleh tanaman muda dan prima, serta penerapan strategi perbaikan pengelolaan kebun untuk menghasilkan produktivitas yang optimal.
Untuk pengolahan CPO, ANJ mencatat produksi sebesar 128.695 ton hingga Kuartal II 2025, naik 5,7 persen dibandingkan 121.750 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini merupakan hasil dari peningkatan efektivitas, mutu, serta kebersihan proses pengolahan TBS menjadi CPO, yang menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas produk.
Dengan kondisi tersebut, ANJ optimistis tingkat Oil Extraction Rate (OER) atau Rendemen Ekstraksi Minyak hingga akhir 2025 dapat mencapai lebih dari 20,6 persen.
“Melalui manajemen operasional yang baru, kami sangat optimis produktivitas tonase per hektare (Ton/Ha) ANJ pada 2025 akan melampaui capaian tahun 2023 dan 2024. Hal ini mencerminkan efektivitas pengelolaan kebun kelapa sawit yang kami lakukan,” ujar Suhendro.
Menanggapi tren peningkatan harga CPO yang biasanya terjadi di akhir tahun, ANJ tetap berkomitmen menjaga kinerja operasional agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Selain itu, harga CPO yang relatif lebih rendah dibandingkan produk substitusi seperti minyak kelapa, minyak kacang tanah, dan minyak kedelai, dinilai membuka peluang untuk menarik konsumen beralih menggunakan minyak sawit.
ANJ juga akan melanjutkan program replanting sebagai langkah menjaga rata-rata umur tanaman tetap produktif. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan keseragaman tanaman sehingga pengelolaan kebun dapat dilakukan secara lebih efisien dan berkelanjutan.











